• Assignments,  Bahasa Indonesia,  Law & Politics

    Keterwakilan Perempuan, Feminisme, dan Gender Equality dalam Perspektif Hukum Islam

    Latar Belakang Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya. Begitulah bunyi dari Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1945).  Hal ini artinya semua orang sama di mata hukum, dan tidak dibeda-bedakan berdasarkan atribut-atribut yang mereka miliki, seperti status sosial, gender, dan lain sebagainya. Namun hal ini tidak serta merta dapat diejawantahkan dikarenakan budaya Indonesia yang masih memiliki suatu pemikiran dimana pria harus mendominasi dan dianggap memiliki kapabilitas lebih daripada para perempuan. Upaya-upaya untuk merubah stigma masyarakat mengenai ketidakmampuan perempuan dalam melakukan kegiatan-kegiatan seperti politik, dan lainnya pun sejatinya sudah…

  • Assignments,  Bahasa Indonesia,  Law & Politics

    Positivisasi Fatwa Majelis Ulama Indonesia dalam Sistem Hukum Indonesia

    Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Hukum Islam, yang diampu oleh (alm) ibu Uswatun Hasanah, dan Bapak Bayu Imantoro. Latar Belakang Negara Indonesia adalah negara dengan populasi penduduk Muslim paling banyak di dunia, yakni sekitar 87% penduduknya adalah seorang Muslim. Sebagai upaya Pemerintah untuk mengejawantahkan nilai-nilai Pancasila, yakni KeTuhanan Yang Maha Esa, dan bentuk kristalisasi dari Pasal 28E Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI) bahwa setiap orang berhak memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, Pemerintah mengakomodir kebutuhan umat Muslim dalam menjalankan agama dan kepercayaan umat Muslim tersebut, sekaligus mengoridori pemahaman-pemahaman agama Islam agar tidak terjadi keambiguan dengan membuat suatu lembaga yakni Majelis Ulama Indonesia (MUI),…

  • Bahasa Indonesia,  Poets,  Thoughts

    Kering

    November kemarin menyakitkan, ibarat luka yang belum sembuh namun diteteskan air garam. Pedih. Orang-orang yang dzalim belum beranjak, duduk termangu dengan imajinya seakan apa yang terjadi adalah fana. Buntu, moralnya. Keliru, pikirannya. Seakan-akan ideologi yang ditanamkan selama bertahun tidak ada yang membekas sebiji zarah pun. Fitnah. Keji. Menyerahkan kepada yang Maha Kuasa, namun benak masih saja menghitung yang nisbi. Lucu. Tertawa. Kemudian Desember datang. Menyapu puing reruntuhan sakit hati yang tersisa, membuangnya jauh-jauh agar lupa. Sedikit demi sedikit, itu berhasil. Namun orang-orang dzalim masih belum beranjak. Desember tidak sekuat itu untuk turut menyapu mereka, meskipun memelas, meskipun menangis, orang-orang dzalim masih berada di sana. Desember melupakan Januari yang selalu datang…

  • Assignments,  Bahasa Indonesia,  Thoughts

    Pandangan Islam tentang Semesta

    Agama-agama Samawi merupakan agama wahyu yang turun dari Tuhan, Islam merupakan salah satu bagian dari agama-agama tersebut, “Agama yang paling sempurna”, sebut mereka kaum fanatik yang candu terhadap doktrin agama Islam. Benar mungkin, kalau Islam adalah satu-satunya agama yang mengatur secara komprehensif mengenai jalannya hidup seseorang, bahkan hal seperti secuil kuku pun sejatinya diatur di dalam Al-Qur’an maupun Al-Hadits – sayangnya, bukan mengenai itu yang ingin saya tuangkan dalam secarik lembaran putih ini. Namun mengenai cara Islam memandang semesta, tanah kita berpijak, udara yang kita hirup, ufuk di pelupuk mata, keindahan senja di ujung cakrawala, bahkan segala kenisbian dalam interaksi dimensi yang terjamah oleh kita – makhluk ciptaannya, – bukan…