• Bahasa Indonesia,  Poets,  Thoughts

    Kering

    November kemarin menyakitkan, ibarat luka yang belum sembuh namun diteteskan air garam. Pedih. Orang-orang yang dzalim belum beranjak, duduk termangu dengan imajinya seakan apa yang terjadi adalah fana. Buntu, moralnya. Keliru, pikirannya. Seakan-akan ideologi yang ditanamkan selama bertahun tidak ada yang membekas sebiji zarah pun. Fitnah. Keji. Menyerahkan kepada yang Maha Kuasa, namun benak masih saja menghitung yang nisbi. Lucu. Tertawa. Kemudian Desember datang. Menyapu puing reruntuhan sakit hati yang tersisa, membuangnya jauh-jauh agar lupa. Sedikit demi sedikit, itu berhasil. Namun orang-orang dzalim masih belum beranjak. Desember tidak sekuat itu untuk turut menyapu mereka, meskipun memelas, meskipun menangis, orang-orang dzalim masih berada di sana. Desember melupakan Januari yang selalu datang…

  • Assignments,  Bahasa Indonesia,  Thoughts

    Pandangan Islam tentang Semesta

    Agama-agama Samawi merupakan agama wahyu yang turun dari Tuhan, Islam merupakan salah satu bagian dari agama-agama tersebut, “Agama yang paling sempurna”, sebut mereka kaum fanatik yang candu terhadap doktrin agama Islam. Benar mungkin, kalau Islam adalah satu-satunya agama yang mengatur secara komprehensif mengenai jalannya hidup seseorang, bahkan hal seperti secuil kuku pun sejatinya diatur di dalam Al-Qur’an maupun Al-Hadits – sayangnya, bukan mengenai itu yang ingin saya tuangkan dalam secarik lembaran putih ini. Namun mengenai cara Islam memandang semesta, tanah kita berpijak, udara yang kita hirup, ufuk di pelupuk mata, keindahan senja di ujung cakrawala, bahkan segala kenisbian dalam interaksi dimensi yang terjamah oleh kita – makhluk ciptaannya, – bukan…