Bahasa Indonesia,  Law & Politics

Debat Calon Ketua-Wakil Ketua HMFH-UPH Periode 2019/2020

Rangkaian acara Pemilu Ketua-Wakil Ketua HMFH-UPH Periode 2019/2020 masih terus berlanjut hingga hari ini. Dari rentetan acara tersebut, tentu debatlah yang sangat ditunggu-tunggu oleh kedua Paslon. Debat bertemakan, “Kepemimpinan HMFH-UPH Mau Dibawa Kemana?”, dilangsungkan pada hari Rabu lalu, tanggal 3 Juli 2019. Terlihat jelas dalam debat tersebut, timses dari Paslon 1 menggunakan pakaian berwarna-warni, sedangkan timses dari Paslon 2 menggunakan dresscode berwarna putih, sebagaimana Paslon 2 pun menggunakan baju berwarna putih sedangkan Paslon 1 menggunakan baju batik.

Debat tersebut kebetulan dimoderatori oleh saya sendiri, Sri Purnama, dan dihadiri oleh dua orang Panelis yaitu Bapak Rizky Pratama Karokaro selaku dosen Fakultas Hukum dan Pascal Djordy selaku ketua KPU FH-UPH. Acara kemudian dimulai oleh doa yang dipimpin oleh Franchoice, selaku perwakilan dari KPU dan kata sambutan oleh Pascal Djordy. Di tengah-tengah kegiatan debat tersebut, kursi panelis Pascal digantikan oleh Ibu Gracie Darmawan.

Debat tersebut terbagi menjadi 3 segmen, yaitu segmen pembacaan visi-misi, segmen debat yang terdiri dari 4 ronde, dan segmen terakhir adalah segmen penutup. Keempat ronde debat tersebut terbagi menjadi ronde pertama yaitu pertanyaan dengan tema Kepemimpinan HMFH, ronde kedua adalah pertanyaan dari panelis, ronde ketiga adalah pertanyaan dengan tema Problematika yang Dirasakan oleh HMFH periode ini, dan ronde keempat adalah ronde dimana masing-masing Paslon dapat bertanya dan saling menanggapi. Segmen terakhir pun diwarnai dengan macam-macam pertanyaan, karena kesempatan untuk bertanya dibuka untuk publik.

Pemaparan visi-misi yang disampaikan oleh Paslon 1 maupun 2 kurang lebih sama dengan wawancara yang sudah kami lakukan pekan lalu, dimana teman-teman dapat mengakses hasil interview tersebut melalui link ini:
http://nannaiskandar.com/2019/07/01/pemilu-hmfh-uph-pilih-1-atau-2/ .

Debat-debat ronde berikutnya berjalan menarik, mengenai proker-proker yang dipaparkan oleh Paslon 1 maupun Paslon 2. Ada beberapa hal baru yang disampaikan oleh Paslon 1, yakni Paslon 1 akan mengadakan study tour dan live-in rutin sebulan sekali dimana diusahakan bahwa kedua proker tersebut menjadi gratis untuk para mahasiswa/i HMFH yang ingin mengikutinya. Sedangkan Paslon 2 menggaungkan proker yang sama seperti yang ada pada sesi wawancara sebelumnya, namun ia menambahkan bahwa kelas bahasa Inggris tersebut akan dilandaskan dengan kerjasama kepada alumni sehingga membuat kelas tersebut lebih relevan lagi.

Perdebatan berjalan dengan baik, sampai beberapa orang dari barisan timses Paslon 1 melakukan beberapa aksi provokasi seperti memotong speech dari Paslon 2, mengucapkan ujaran-ujaran yang memprovokasi, berisik, dan lain sebagainya. Kehadiran Bawaslu dalam Debat itu pun berhasil menertibkan jalannya debat, dengan memberikan Peringatan ke-1 dan Peringatan ke-2 kepada Timses Paslon 1.

Dalam salah satu segmen debat, Paslon 1 menyatakan bahwa keinginan Paslon 2 yang menggratiskan kelas-kelas tambahan untuk para mahasiswa/i tersebut tidak realistis, karena anggaran yang terbatas dari Fakultas kepada HMFH itu sendiri. Tanggapan Paslon 1 ini dibalas oleh Juru Bicara Paslon 2, Batara Dewa, yang mengatakan bahwa hal ini pun sama tidak realistisnya dengan program kerja yang ditawarkan oleh Paslon 1 karena menganggarkan gratis tersebut sendiri. Juru Bicara Paslon 1, Bryan Paliling, mengatakan bahwa proker Paslon 1 akan menghitung anggaran dari Fakultas tersebut, sehingga kekhawatiran Paslon 2 sudah terjawabkan. Menurut hemat saya, hal ini pun seakan suatu perdebatan yang kurang efisien, karena sejatinya kedua sanggahan oleh Paslon 1 kepada Paslon 2 pun sudah terjawab dalam jawaban Paslon 1 itu sendiri.

Selanjutnya, Paslon 2 menjawab mengenai efisiensi biaya dengan cara menghubungi para alumni untuk mengajar sehingga dapat menjadikan mahasiswa/i FH-UPH menjadi lebih relevan kelak. Namun tidak dapat dijelaskan pula oleh Paslon 2 mengenai mekanismenya. Baik Paslon 1 maupun Paslon 2, terlalu melihat solusi namun tidak melihat applicability dari solusi tersebut, sehingga terkadang solusi tersebut tidak dapat diterapkan.

Dalam sesi dimana pertanyaan dibuka untuk umum, ada beberapa nama yang bertanya seperti Vilen Christin, Erdick, Winnie Nathalia, Farel, dan lain-lain, yang kemudian dijawab dengan baik oleh Paslon 1 maupun Paslon 2. Pertanyaannya meliputi kekurangan HMFH yang sekarang, bagaimana cara menaikkan tingkat partisipasi mahasiswa/i, dan lain sebagainya.

Setelah seluruh ronde debat diselesaikan, Paslon 1 dan Paslon 2 memberikan kata penutup, dan acara Debat tersebut ditutup dengan doa oleh Matthew Setiabudhi.

Menurut hemat penulis, tiap Paslon memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri. Dimana Paslon 1, tidak membawa proker baru dari HMFH periode sebelumnya, namun hanya melanjutkan, dan menciptakan departemen baru di kabinet mereka, sehingga akan menjadi lebih mudah jika mereka terpilih nanti untuk menjalankan program kerjanya. Namun hal ini menjadi kurang realistis jika mereka meng-klaim bahwa prokernya dapat digratiskan, karena biaya live-in yang 1 bulan sekali, ataupun study tour yang juga 1 bulan sekali, tentulah bukan biaya yang murah. Sama halnya dengan Paslon 2, yang tidak memikirkan bagaimana mekanisme penerapan dari kelas-kelas tambahan tersebut, namun kekurangan yang jelas saya rasa dari Paslon 2 adalah, dimana Paslon 2 tidak mempertimbangkan tingkat partisipasi dan output dari kegiatan ini. Bagaimana kelanjutan dari proker ini, dan selebihnya.

Baik Paslon 1 dan 2 memang datang dengan banyak ide dan gagasan baru, yang -kita doakan saja, akan direalisasikan ketika salah satu dari mereka menjabat nanti. Namun alangkah baiknya jika ide dan gagasan tersebut dapat dielaborasi lebih lanjut untuk menciptakan rasa ketertarikan dari atmosfer mahasiswa/i FH-UPH itu sendiri. Terlepas dari segala kekurangan, Paslon 1 dan 2, keduanya, telah cukup sukses dalam menampilkan kelebihannya masing-masing.

Sambil lalu, hari ini sudah mulai pemilihan, di depan mading Lt. 4 Gedung D. Saya sudah coblos, kamu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: