Bahasa Indonesia,  Law & Politics

Pemilu HMFH-UPH: Pilih 1 atau 2?

Tidak terasa, hanya sepekan lagi menuju Pemilihan Umum Ketua dan Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Pelita Harapan. Pemilu Ketua-Wakil Ketua HMFH untuk periode 2019/2020 akan diadakan pada tanggal 8 Juli 2019 sampai 12 Juli 2019. Euforianya sudah mulai terasa sejak 1 bulan lalu, berkat rangkaian acara yang diselenggarakan oleh KPU sendiri. Namun, terlepas dari animo masyarakat FH-UPH yang memang sejak awal mengikuti dan berpartisipasi dalam seluruh rangkaian acara, banyak juga mahasiswa/i yang belum tau mengenai para Paslon, yaitu Paslon 1 Samuel Silo-Tashya Lauwda, dan Paslon 2 Yohanes Ham-Ruth Manurung, yang sekarang sedang berkontestasi untuk memenangkan hati masyarakat FH-UPH, baik secara personal maupun profesional.

Sekitar satu minggu lalu, saya mendapatkan kesempatan untuk melakukan wawancara kepada para Paslon terkait pencalonan diri mereka untuk menjadi Ketua-Wakil Ketua HMFH-UPH 2019/2020. Hasil wawancara itu kemudian saya tuangkan dalam tulisan ini, dimana saya akan mencoba untuk melakukan ulasan terkait Visi dan Misi, Gagasan, Program Kerja yang dibawakan oleh tiap Paslon, dengan harapan seluruh mahasiswa/i dapat secara objektif memilih Paslon yang sejalan dengan individu masing-masing, terlebih lagi untuk para swing voters yang belum menentukan pilihannya untuk Pemilu nanti. Selamat membaca!

Paslon 1
Samuel Silo – Tashya Lauwda
Paslon 2
Yohanes Ham – Ruth Manurung

Alasan mencalonkan diri menjadi Ketua-Wakil Ketua HMFH-UPH 2019/2020

Secara garis besar, baik Paslon 1 maupun Paslon 2 mengatakan bahwa alasan mereka mencalonkan diri menjadi Ketua-Wakil Ketua adalah untuk melayani, mengingat mereka sudah dilayani sebelumnya oleh Ketua dan Wakil Ketua HMFH yang sebelumnya. Paslon 1, Silo-Tashya mengatakan bahwa, berkat pengalaman Silo yang juga merupakan anggota HMFH sekarang, ingin memperbaiki satu-dua hal yang menurutnya perlu dibenahi. Ham-Ruth, Paslon 2 pun memiliki cita-cita untuk memperbaiki sistem-sistem yang masih mereka rasa belum cukup.

Personally, Silo-Tashya merasa problematika yang paling riweuh dari HMFH periode ini adalah sinergi dan komunikasi, baik internal HMFH, maupun secara eksternal dari HMFH itu sendiri. Sedangkan menurut Ham-Ruth, problem yang masih kerap dihadapi oleh para anggota HMFH adalah tingkat partisipasi yang sangat rendah dalam FH-UPH sendiri.

Visi dan Misi

Paslon 1

Visi

Interaktif, Inovatif, Kerja Nyata

Misi

1) Memfasilitasi pengembangan potensi mahasiswa FH-UPH baik dalam bidang akademik maupun non-akademik agar lebih berkualitas;

2) Mewujudkan sikap peduli dan melayani di lingkungan masyarakat sejak dini agar siap mengemban profesi hukum di masyarakat kedepannya;

3) Menumbuhkan semangat mahasiswa FH-UPH untuk bergerak bersama dalam merealisasikan ide-ide kreatif yang dapat berguna bagi masyarakat luas

Sebagaimana yang sudah diulas di atas, concern utama dari Paslon 1 adalah bentuk komunikasi internal dan eksternal HMFH, oleh karenanya, Interaksi merupakan Visi utama dari Paslon 1.

Paslon 2

Visi

Menjadikan mahasiswa/i FH-UPH yang dapat bekerja sama membangun diri melalui partisipasi aktif dalam setiap kegiatan yang diadakan dalam naungan HMFH-UPH, sesuai dengan minat dan bakat agar terciptanya lulusan sarjana hukum yang dedikatif

Misi

1) Membangun diri bersama-sama dengan bersinergi antar mahasiswa melalui solidaritas;

2) Menuntun setiap mahasiswa/i FH-UPH untuk menyalurkan potensi yang dimiliki baik dalam bidang akademis maupun non-akademis melalui UKM yang tersedia

Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Paslon 2 yakni mengenai partisipasi aktif, dimana poin utama dari Paslon 2 adalah Solidaritas dan Partisipasi.

Program Kerja

Paslon 1

Sesuai dengan Visi dari Paslon 1, yakni Interaktif, Inovatif, dan Kerja Nyata, Paslon 1 yang juga memiliki perhatian lebih terkait komunikasi eskternal/internal HMFH di FH-UPH, mencanangkan program-program yang lebih fokus kepada aspirasi mahasiswa/i di HMFH-UPH sendiri. Sebagaimana Paslon 1 berfokus pada kegiatan menghimpun aspirasi, berdiskusi dengan UKM-UKM untuk mengetahui kebutuhan tiap UKM, dan hal-hal yang menunjang komunikasi dua arah tersebut.

Selain itu, Paslon 1 yang juga mengamini Kerja Nyata juga menekankan pengabdian masyarakat, dan mencanangkan kegiatan Desa Binaan untuk kegiatan Pengabdian Masyarakatnya, jika mereka terpilih kelak. Tidak hanya mengenai program kerja saja, namun Paslon 1 juga ingin menambahkan departemen dalam kabinet mereka nanti, sehingga kabinet jika mereka menjabat, akan terbagi menjadi: 1) Minat Bakat; 2) Pengabdian Masyarakat; 3) Akademik: 4) Visual Dokumentasi; 5) Aksi Strategis; 6) Kewirausahaan; dan 7) Hubungan Masyarakat.

Paslon 2

Benar memang bahwa perhatian utama dari Paslon 2 adalah untuk menaikkan tingkat partisipasi mahasiswa/i FH-UPH untuk memiliki semangat mengikuti seluruh kegiatan yang ada di FH-UPH. Namun, Paslon 2 juga memiliki perhatian khusus terhadap hal-hal yang lebih praktikal, seperti kemampuan Public Speaking dan juga Bahasa Inggris untuk calon sarjana hukum. Paslon 2 beranggapan bahwa kedua hal ini adalah penting untuk dibekali kepada para mahasiswa/i dan bermanfaat untuk kelak.

Paslon 2 juga menganggap adanya permasalahan terkait partisipasi dari para mahasiswa/i FH-UPH, sehingga Paslon 2 juga menginginkan adanya komunikasi yang baik antar UKM dan para mahasiswa itu sendiri. Atas problem tersebut, Paslon 2 menginginkan dua hal utama, yaitu: 1) Menekankan kontinuitas terhadap hubungan Mentor-Mentee dalam Law Welcoming Event; 2) UKM Day. Kedua hal ini diharapkan dapat memperkaya komunikasi kepada para masyarakat FH-UPH itu sendiri.


Di atas adalah perbandingan-perbandingan dari Visi-Misi dan Program Kerja dari Para Paslon. HMFH juga sudah melakukan exclusive interview terhadap kedua Paslon, dimana teman-teman dapat melihat tayangannya dalam Instagram HMFH. Semoga dengan adanya tulisan dan wawancara tersebut, dapat membuat teman-teman yang awalnya enggan memilih, menjadi ingin memilih; yang awalnya tidak memiliki pilihan, jadi memiliki; yang awalnya ragu, menjadi yakin; dan yang sudah yakin, menjadi lebih pasti. Tetap ingat untuk menjaga ketertiban dan sportivitas. Sekian dulu, jangan golput, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: